Penyakit bisa menyerang siapa saja. Namun, wanita lebih berisiko terjangkit suatu penyakit. Kenalilah berbagai penyakit yang sering diidap wanita.
Osteoporosis
Osteoporosis adalah suatu kondisi yang berarti tulang Anda lemah, dan Anda lebih mungkin untuk mematahkan tulang. Karena tidak ada gejala, Anda mungkin tidak tahu tulang Anda semakin lemah sampai Anda mematahkan tulang! Anda tidak dapat “menangkap” osteoporosis atau memberikannya kepada orang lain. ‘Osteoporosis‘ secara harfiah berarti ‘tulang keropos‘ dan sering disebut sebagai ‘penyakit tulang rapuh’ dalam peningkatan risiko patah tulang dari pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Osteoporosis sering disebut “diam” penyakit karena tidak memiliki gejala discernable sampai ada patah tulang.
Saat wanita menginjak usia 40 tahun, rasa sakit dan nyeri akan menjadi teman keseharian dalam hidupnya. Penyebabnya ialah kurangnya jumlah kalsium dalam tulang. Maka, jika Anda tidak ingin duduk di kursi roda saat menginjak usia 50 tahun, mulailah menabung kalsium demi tulang yang sehat. Makan makanan berkalsium tinggi, seperti keju, yogurt, brokoli, sawi dan ikan. Selain itu, rutin melakukan olahraga agar penyerapan kalsium maksimal dan lengkapi dengan berjemur pada waktu pagi.
Serangan Jantung
Risiko penyakit jantung pada pria dan wanita memang sama. Namun dalam hal gejala, berbeda. Gejalaserangan jantung yang umum, berupa terasa sesak napas seperti ditindih beban berat, cenderung sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.
“Faktanya, 43 persen wanita yang mengalami masalah jantung koroner tak mengalami gejala nyeri dada sama sekali,” kata Marianne Legato, Kepala Partnership for Gender-Specific Medicine di Columbia University, yang dikutip dari laman Prevention.
Gejala serangan jantung pada wanita memang tak terlalu terlihat jelas. Sehingga, wanita seringkali telat memeriksakan diri. Padahal, kemungkinan bertahan hidup dapat meningkat 23 persen jika diberikan perawatan tiga jam setelah serangan, dan 50 persen jika tindakan medis diberikan satu jam setelah terjadi serangan.
Karena itu, penting mengetahui gejala-gejala serangan jantung pada wanita. Tentunya, agar Anda lebih cepat mendeteksi serangan jantung dan risiko kematian bisa ditekan.
1. Kelelahan ekstrim
Selama beberapa hari atau mungkin satu minggu sebelum serangan jantung terjadi, 70 persen wanita merasa sangat lemah dan kelelahan luar biasa. Rasanya tiba-tiba seperti tak ada tenaga untuk mengangkat laptop atau menyiapkan makanan.
2. Nyeri yang tak terlalu terasa
Wanita memang cenderung tak merasa nyeri di dada saat mengalami serangan jantung. Tapi justru merasa nyeri di bagian atas punggung, bahu, leher, atau rahang.
3. Berkeringat berlebihan
Anda tiba-tiba bisa berkeringat sangat banyak tanpa sebab. Kulit wajah juga terlihat sangat pucat.
4. Mual atau pusing
Sebelum serangan jantung, wanita juga cenderung mengalami gangguan pencernaan hingga muntah. Kepala juga terasa sakit dan membuat Anda seperti ingin pingsan.
5. Sulit tidur
Sebagian besar wanita yang mengalami masalah jantung akan sulit tidur nyenyak karena sering terbangun di tengah malam.
6. Sangat gelisah
“Banyak wanita yang merasa gelisah, ketakutan dan khawatir tanpa sebab sebelum serangan jantung terjadi,” Dr. Legato.
Tubuh, menurut Dr. Gelato, seperti memberi tahu akan terjadi sesuatu. Untuk itu, jangan menyepelekan jika Anda merasa ada yang tidak beres dengan tubuh Anda. Segera periksakan diri ke dokter.
Data statistik menunjukkan bahwa 10 tahun terakhir jumlah penderita serangan jantung pada wanita mengalami peningkatan dan jumlah wanita yang masih bertahan hidup dari penyakit mematikan ini amatlah sedikit.
Para wanita cenderung mengabaikan rasa sakit yang dirasakan tubuhnya, seperti nyeri dada, yang diikuti nyeri pundak, mual, muntah dan sulit bernafas. Ubah gaya hidup, makan makanan sehat dan rutin berolahraga bisa menjadi cara pencegahan terbaik.
Depresi
Depresi pada wanita semakin meningkat dan menjadi akut. Baru-baru ini diketahui adanya ketidakseimbangan hormonal setelah menopause bisa menjadi penyebab utama depresi, yang memicu risiko ledakan psikotik dan keinginan bunuh diri.
Lakukan kegiatan-kegiatan yang membuat diri berinteraksi aktif dengan orang lain dan tak lupa beristirahat bisa menekan produksi hormon stres.
Faktor Risiko Depresi Pada Wanita
1. Riwayat gangguan mood di keluarga
2. Adanya gangguan mood di masa lampau pada masa awal usia
reproduksi
3. Kehilangan orangtua sebelum usia 10 tahun
4. Riwayat kekerasan fisik dan seksual saat kecil
5. Penggunaan kontrasepsi oral/pil KB dengan kandungan
progesterone yang tinggi
6. Penggunaan steroid gonadal sebagai terapi infertilitas
7. Stressor psikososial yang terus menerus
8. Kehilangan dukungan psikososial dari keluarga dan masyarakat
Kanker Payudara dan Serviks
Kanker payudara merupakan pembunuh nomor satu di kalangan wanita saat ini dan kanker servik mengikuti setelahnya. Semua wanita berusia 20-50 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur yang dapat mendeteksi dini kanker payudara.
PencegahanKanker Payudara
Mari dibawah ini saya mempunyai beberapa langkah/cara melakukan sadari yang saya kutip dari salah satu sumber yang saya percaya kebenarannya. Inilah pemaparannya, silahkan di simak:
Biasakanlah memeriksa payudara sendiri (sadari), sebab 85 persen perempuan menemukan adanya benjolan di payudara melalui pemeriksaan tersebut.
Cara melakukan sadari mudah sebagai berikut:
Berbaringlah dengan posisi bantal di bawah bahu kanan. Letakkan tangan kanan di bawah kepala. Periksa seluruh daerah payudara dengan bantuan tiga jari bagian tengah tangan kiri. Pijat dan tekan, termasuk daerah puting. Ulangi langkah tersebut di payudara kiri. Rasakan apakah ada benjolan di payudara.
Berdirilah di depan cermin dan perhatikan payudara Anda, apakah ada perubahan seperti kerutan, kulit yang kasar, serta adanya cairan bening atau berwarna dari puting. Lalu letakkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke depan untuk melihat apakah ada perubahan bentuk payudara. Lakukan juga perabaan di seluruh payudara untuk mengetahui adanya benjolan.
Agar hasil pemeriksaan tersebut akurat, sebaiknya lakukan sendiri, tidak lebih dari dua minggu setelah awal menstruasi. Dan yang juga tidak kalah penting, lakukan tindakan pencegahan dengan menjalani diet rendah lemak. Selain itu hindari rokok dan alkohol, apalagi jika Anda termasuk yang berisiko tinggi terserang kanker payudara. Misalnya wanita yang melahirkan anak pertama di atas usia 30 tahun atau mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
Nah itulah beberapa cara sadari yang bisa saya sajikan pada kesempatan kali ini, mudah-mudahan dapat membantu anda minimal dalam pencegahan sejak dini timbulnya kecurigaan tentang adanya kanker payudara dalam diri. Kita hanya berupaya, selebihnya hanya Allah yang maha berkuasa atas realisasi dari usaha kita. jadi, iringilah dengan doa.
Pencegahan Kanker Serviks
Bila mungkin, hindari faktor resiko yaitu bergati pasangan seksual lebih dari satu dan berhubungan seks dibawah usia 20 karena secara fisik seluruh organ intim dan yang terkait pada wanita baru matang pada usia 21 tahun.
- Bagi wanita yang aktif secara seksual, atau sudah pernah berhubungan seksual, dianjurkan untuk melakukan tes HPV, Pap Smear, atau tes IVA, untuk mendeteksi keberadaanHuman Papilloma Virus (HPV), yang merupakan biang keladi dari tercetusnya penyakit kanker serviks.
- Bagi wanita yang belum pernah berhubungan seks, atau anak-anak perempuan dan laki-laki yang ingin terbentengi dari serangan virus HPV, bisa menjalani vaksinasi HPV. Vaksin HPV dapat mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18. Dan dapat diberikan mulaidari usia 9-26 tahun, dalam bentuk suntikan sebanyak 3 kali (0-2-6 bulan). Dan biayanya pun terbilang murah.
PCOS
Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan produksi androgen (hormon laki-laki) berlebihan, terutama testosteron. Akibatnya, sel telur sulit matang dan terjebak di folikel (tidak ovulasi).
Jika wanita mengalami menstruasi tidak teratur, maka bisa saja sedang mengalami pembesaran indung telur (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS). Umumnya, penyakit ini disebabkan gangguan hormonal yang terjadi pada masa reproduktif wanita. Gaya hidup tak sehat turut menjadi penyebab terjadinya PCOS. Data terbaru juga menunjukkan bahwa 1 dari 3 wanita diketahui memiliki PCOS dan harus dilakukan pencegahan dengan mengonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan.
Mari kita mulailah cara hidup yang sehat dengan menjaga pola kesehatan diri sendiri sebelum semuanya terlambat, saling memperhatikan kesehatan, Salam Sehat ..
Sumber : Diambil dari beberapa sumber
SOLUSI BAGI WANITA
Untuk pengobatan kanker Admin merefrensikan komsumsi Propolis , Gold-G dan Spirulina, dan untuk pengobatan jantung dengan Gold-G dan Biofirion.





















