Apa yang terjadi bila otak berhenti bekerja ?

Apa yang terjadi bila otak berhenti bekerja ?

koma yang disebabkan oleh cedera di kepala, overdosis obat-obatan, akibat kekurangan oksigen.

Penderita koma

Mengapa Pentingnya Kesehatan Otak Bagi Tubuh Manusia.

Bisakah anda bayangkan jika otak berhenti bekerja selama satu detik saja?, apa yang akan terjadi pada tubuh anda?. Otak adalah organ yang penting sebab semua syaraf terhubung padanya. Syaraf jantung, syaraf ginjal dan syaraf indera manusia terhubung ke otak. Jika otak mati dan tidak bekerja maka semua syaraf di tubuh manusia juga tidak bekerja, akibatnya adalah manusia akan mati. Jika jantung, ginjal dan hati berhenti dalam satu detik manusia tidak akan mati namun jika otak yang mati manusia akan mati. Hal itu dikarenakan semua syaraf di tubuh manusia juga akan mati. Jika terjadi menurunnya aktivitas di dalam otak yang dipicu oleh beberapa kondisi dapat menyebabkan hilangnya kesadaran atau dikenal dengan Koma. Kekurangan glukosa parah (hipoglikemia) pada akhirnya akan menyebabkan koma akibat gangguan fungsi otak. ( Baca Selanjutnya Solusi Gangguan Fungsi Otak di bawah ). Nutrisi Makanan Yang Terbaik Brainking Plus Untuk Kesembuhan Gangguan Otak

Orang yang mengalami koma umumnya juga tidak dapat mendengar suara atau merespons rasa sakit. Sebagian yang mengalaminya ada yang terlihat seperti tidur, namun sebagian lagi ada yang matanya terbuka, atau bahkan ada yang terdengar seperti mengeluarkan suara. Namun tentu saja mereka tidak menyadari gerakan-gerakan ini.

Tingkat kesadaran penderita koma tergantung dari seberapa besar bagian otak yang masih berfungsi, dan keadaan ini biasanya berubah seiring waktu. Ketika berangsur sadar, yang awalnya tidak bisa merasakan rasa sakit akan mulai merasakan rasa sakit, kemudian mulai menyadari keadaan di sekitar, dan akhirnya mampu berkomunikasi. Namun peluang sembuh dari koma akan sangat tergantung dari penyebab koma itu sendiri.

Penyebab koma

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan koma, di antaranya:

  1. Stroke.
  2. Cedera berat di kepala.
  3. Diabetes.
  4. Infeksi pada otak, misalnya meningitis dan ensefalitis.
  5. Keracunan, misalnya akibat karbon monoksida.
  6. Overdosis alkohol atau narkoba.
  7. Kekurangan oksigen.
  8. Kejang.
  9. Tumor pada otak.
  10. Kegagalan organ hati (koma hepatikum).

Diagnosis koma

Pemeriksaan fisik akan dilakukan dokter sebagai langkah awal mendiagnosis koma, misalnya:

  1. Memeriksa ukuran pupil mata.
  2. Memeriksa refleks dan gerakan, misalnya gerakan pada mata atau suara-suara yang mungkin dikeluarkan oleh penderita.
  3. Memeriksa adanya tanda-tanda cedera pada kepala.
  4. Memeriksa pola napas penderita.
  5. Memeriksa reaksi penderita terhadap rasa sakit.
  6. Sebelum pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab koma, dokter biasanya akan meminta keterangan pada keluarga, teman-teman, atau orang-orang terdekat dari penderita yang mengetahui kondisinya sebelum mengalami koma. Beberapa hal yang akan ditanyakan dokter di antaranya:
  • Riwayat kesehatan pasien, misalnya apakah dia pernah mengidap stroke.
  • Tanda-tanda kehilangan kesadaran yang terlihat dan bagaimana penderita kehilangan kesadaran, misalnya apakah secara perlahan atau tiba-tiba.
  • Gejala-gejala sebelum penderita mengalami koma, misalnya sakit kepala, kejang atau muntah-muntah.
  • Penggunaan obat-obatan sebelum koma.
  • Perilaku penderita sebelum mengalami koma.

Untuk lebih memastikan penyebab koma sekaligus membantu dokter menemukan pengobatan yang tepat, pemeriksaan lebih detail mungkin diperlukan, misalnya:

Pemeriksaan darah. Melalui pemeriksaan ini, hal-hal seperti kadar hormon tiroid, glukosa, maupun elektrolit pasien akan diperiksa. Tujuannya adalah untuk mengetahui adanya pemicu koma, misalnya overdosis alkohol atau obat-obatan, keracunan karbon dioksida, dan gangguan organ hati.
Elektroensefalografi atau EEG. Pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mengukur aktivitas elektrik dalam otak ini bertujuan untuk mengetahui apakah koma dipicu oleh kejang.
MRI scan dan CT scan. Melalui pemindaian ini, gambaran kondisi otak bisa dilihat secara jelas oleh dokter, baik struktur otak dan batang otak. Di sini dokter bisa melihat apakah koma disebabkan oleh tumor, stroke, atau pun pendarahan di dalam otak. Pemindaian CT scan dibantu dengan rangkaian X-ray, sedangkan MRI scan menggunakan gelombang kuat radio dan magnet.
Pungsi lumbal. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui adanya infeksi pada sistem saraf.

Tingkatan koma

Tingkat kesadaran orang yang mengalami koma dapat ditentukan melalui sebuah alat yang disebut Skala Koma Glasgow. Ada tiga hal yang diukur dalam skala ini. Tiap hal memiliki poin-poin yang nantinya akan dijumlahkan. Hasil penjumlahan inilah yang kemudian dipakai untuk menentukan tingkat kesadaran seseorang saat mengalami koma.

  1. Hal pertama adalah respons verbal terhadap perintah. Poin 0 pada kategori ini diartikan bahwa pasien tidak merespons. Poin 5 sebagai poin tertinggi diartikan bahwa pasien sadar dan bisa berbicara.
  2. Hal kedua adalah pembukaan mata. Di dalam kategori ini, poin 0 berarti pasien tidak merespons. Poin 4 sebagai yang tertinggi diartikan bahwa pasien dapat membuka mata secara spontan.
  3. Hal ketiga adalah respons gerakan terhadap perintah. Di sini. Poin 0 diartikan sebagai tidak adanya respons. Poin 6 sebagai yang tertinggi artinya pasien patuh terhadap perintah.
    Makin tinggi total nilai yang dikumpulkan dari ketiga kategori tersebut, maka makin sedikit fungsi otak yang terganggu. Sebaliknya, makin rendah total nilai yang didapatkan, maka makin banyak bagian otak yang mengalami kerusakan dan makin parah koma yang dialami. Dokter yang menangani pasien yang koma akan menjumlahkan nilai Skala Koma Glasgow.

Pengobatan koma

Pengobatan koma tergantung dari penyebab koma itu sendiri. Misalnya dokter akan memberikan obat pengendali kejang jika koma disebabkan oleh kejang. Atau dokter akan memberikan antibiotik jika koma terjadi akibat infeksi pada otak. Jika dibutuhkan, alat-alat pendukung, seperti alat bantu napas atau transfusi darah akan dipasangkan pada penderita koma.
Kesimpulannya adalah pengobatan koma dapat dilakukan secara tepat jika hasil diagnosis yang didapat juga akurat. Begitu pun dengan peluang sadar penderita akan tergantung kepada hasil pengobatan itu sendiri dan lamanya jangka waktu koma.

Sebagai contoh, koma yang disebabkan oleh cedera di kepala dan overdosis obat-obatan memiliki peluang sembuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan koma akibat kekurangan oksigen.

Berikut akan dibahas berbagai nutrisi dan substansi lain yang penting dan dibutuhkan oleh otak:

1. Antioksidan

Antioksidan adalah zat kimia yang menetralisir radikal bebas.

Tanpa netralisasi, radikal bebas akan menyerang membran sel dan kemudian materi genetik sehingga memicu gangguan kesehatan dan penyakit.

Antioksidan merupakan substansi pencegah penyakit, sehingga efektif pula untuk menjaga kesehatan otak.

Berbagai makanan yang mengandung antioksidan diantaranya adalah:

Buah-buahan: Kismis, cranberry, blackcurrant, raspberry, jeruk, anggur, ceri, kiwi, apel, pisang, aprikot, buah persik, pir, melon, semangka, kacang-kacangan.
Sayuran: Kangkung, bayam, bit, bawang, jagung, terong, kembang kol, kacang hijau, tomat, zucchini, seledri, mentimun, bawang putih.
Makanan lain: Jamur, salmon (kaya selenium), teh hijau, kunyit, telur, minyak sayur (kaya vitamin E).

2. Vitamin B9

Asam folat atau Vitamin B9 amat penting dalam perkembangan sel.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami depresi memiliki tingkat rendah asam folat dalam darah mereka.

Asam folat ditemukan dalam sayuran (bayam, brokoli), buah-buahan (jeruk), ragi, biji-bijian dll.

3. Vitamin B6

Piridoksin atau Vitamin B6, selain berbagai fungsi yang dimilikinya (mis: meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memungkinkan metabolisme asam amino, protein, steroid, lemak dan hemoglobin), juga mampu meningkatkan memori.

Vitamin B6 ditemukan dalam ragi, biji-bijian, susu, telur, ikan, pisang, alpukat, kacang-kacangan, dll.

4. Vitamin B12

Vitamin B12 dikenal mampu mencegah kepikunan dan anemia. Sumber vitamin ini antara lain ayam, daging sapi, daging babi (terutama hati), telur, dan susu.

5. Phosphatidylserine

Phosphatidylserine adalah fosfolipid yang ditemukan dalam semua membran sel, terutama yang terdapat di otak.

Phosphatidylserine mampu meremajakan memori dan ditemukan dalam lesitin (antara lain terdapat pada cokelat).

6. Vitamin E

Tokoferol atau vitamin E adalah antioksidan kuat yang ditemukan dalam kedelai, jagung, kacang tanah, biji bunga matahari, sayuran hijau, dan tomat.

7. Vitamin C

Vitamin C merupakan nutrisi penting yang terlibat dalam berbagai proses metabolisme penting (metabolisme glukosa, kolagen dan asam folat) dan juga terlibat dalam sintesis neurotransmitter yang penting dalam fungsi otak.

Vitamin C dapat diperoleh dari:

Buah-buahan dan sayuran: Jeruk, lemon, melon, raspberry, markisa, mangga, blueberry, nanas, anggur, aprikot, jeruk, bayam, tomat, kubis.
Daging: Hati sapi, hati babi, otak, domba, kerang, ikan cod, hati domba, telur, dan susu.

8. Selenium

Selenium adalah mineral yang dalam jumlah kecil memiliki efek yang baik pada kesehatan.

Selenium ditemukan dalam sayuran (terutama sayuran yang tumbuh di tanah kaya selenium), serta dalam telur, ikan, ayam, daging merah, dan bawang putih.

9. Koenzim Q10

Koenzim Q10 hadir dalam setiap sel tubuh dan memiliki dua fungsi utama yaitu membantu produksi energi dan merupakan antioksidan kuat.

Koenzim Q10 ditemukan dalam makanan seperti ikan (terutama makarel dan sarden), hati sapi, hati dan ginjal, telur, kedelai, dan kacang tanah.

10. Ginkgo Biloba

Ginkgo biloba merupakan tanaman yang efektif memperlambat penuaan otak.

MENGAPA ANDA HARUS MENCOBA BRAINKING PLUS? UNTUK PERBAIKAN KESEHATAN OTAK. INI ALASANNYAKlik disini

Pencarian dari google: