AWAL
Fase awal penyakit sebagian besar dapat disembuhkan atau paling tidak progresi penyakit dapat diperlambat (misalnya sakit ginjal bawaan lahir atau karena proses imunologik).
Kesulitannya adalah banyak penderita tidak tahu bahwa dia menderita kelainan ginjal oleh karena sakit ginjal pada fase awal tidak selalu menyebabkan timbulnya keluhan yang berarti buat penderita atau kalaupun tahu dia tidak menyadari konsekuensi-konsekuensinya dikemudian hari sehingga tidak mau berobat secara teratur sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.
Sering penderita tidak berobat lagi oleh karena keluhannya sudah tidak ada lagi (walaupun penyakit masih belum hilang).
Yang lebih berbahaya dan merugikan adalah banyak yang penderita mencoba mengobati sendiri penyakitnya tanpa menyadari bahwa obat-obat yang dipakainya dapat merusak ginjalnya.
Sekali lagi perlu saya tekankan bahwa sebagian besar sakit ginjal dapat disembuhkan, kalau diberi pengobatan yang benar.
Tanda-tanda penyakit ginjal.
Beberapa tanda yang dapat mengarah pada penyakit ginjal dan perlu diperhatikan, antara lain :
- Sakit pinggang
- Perubahan pada jumlah dan frekuensi air kencing.
- Penderita biasanya sering sekali buang air kecil di malam hari (umumnya)
- Sakit atau susah buang air kecil

- Urin berbuih
- Sering kencing, terutama diwaktu malam hari.
- Urin berwarna pekat
- Urin disertai dengan darah/nanah (jika sudah parah)
- Lemas, susah tidur, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, gatal-gatal, sesak, mual, dan muntah
- Wajah, tangan, kaki, dan pergelangannya bengkak
- Kelopak mata , tangan atau kaki bengkak pada saat bangun di pagi hari
- Sering merasa sangat haus
- Tekanan darah tingi
Sakit pinggang dapat berasal dari ginjal atau saluran kemih atas. Intensitas dan macamnya berbeda tergantung dari sebabnya; misalnya kalau terdapat batu diginjal mungkin hanya dirasakan “tidak enak” atau “rasa kemeng” dipinggang.
Perlu diperhatikan bahwa kalau keluhan tersebut dirasakan selalu disatu sisi, kemungkinan ada kelainan diginjal besar sekali; sakit kedua pinggang, apalagi kalau makin sakit kalau tubuh dibungkukkan, kebanyakan sebabnya bukan dari ginjal, tetapi dari otot atau tulang belakang.
Sakit yang paling menyebabkan penderitaan adalah kolik ginjal/ureter; sifatnya adalah berkala diselingi fase tanpa sakit. Kalau datang serangan penderita sangat kesakitan yang dapat disertai mual dan tumpah, misalnya paling sering terjadi kalau ada batu kecil disaluran kemih (ureter).
Kelainan dikandung kemih akan menyebabkan rasa tidak enak didaerah perut tengah bawah (suprapubik). Disamping itu dapat juga terjadi penderita sulit kencing atau kalau kencing menetes atau segera ingin kencing lagi.
Sering kencing, terutama diwaktu malam, dapat merupakan tanda awal dari sakit ginjal. Atau sering minum di waktu malam hari.
Disarankan untuk minum sebanyak 2L/harinya mulai bangun tidur sampai makan malam, sesudah itu jangan minum lagi. Pada umumnya wanita kencing rata-rata 3x atau 4x dan pria sekitar 5x atau 6x tiap harinya. Bangun tidur tiap malam untuk kencing 2-3x adalah tidak normal, kecuali kalau minumnya berlebihan atau setiap habis kencing minum lagi (yang merupakan kebiasaan pada beberapa orang). Sering kencing akan terjadi bila volume kandung kemih berkurang misalnya karena infeksi, tumor atau tertekan pada wanita hamil. Pada orang sehat dapat timbul dalam keadaan “stress” karena ketakutan atau rasa jemu. Yang perlu diperhatikan juga adalah jumlah air kemih selama 24 jam; kalau melebihi 3 liter/24 jam merupakan tanda ada sesuatu yang tidak normal.
Kencing darah hampir pasti menunjukkan adanya perdarahan di ginjal atau sepanjang saluran kemih. Tergantung dari banyak perdarahan yang terjadi, darah dalam urin dapat dilihat langsung (disebut “gross hematuria”) kalau jumlahnya banyak, dan kalau jumlahnya sedikit baru dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskop.
Asal perdarahan dapat dari ginjal (kalau dimisalkan sungai dari hulunya), sepanjang saluran kemih (sepanjang aliran sungai) atau dari ujung saluran (muara sungai) dan adalah tugas dokter untuk menentukan asal dan sebab perdarahan tersebut. Bengkak disekitar kelopak dua mata merupakan tanda khusus sakit ginjal, terutama pada anak-anak; begitu pula bengkak dikedua tangan atau kaki dapat merupakan tanda awal sakit ginjal.
Tanda awal sakit ginjal terakhir yaitu tekanan darah tinggi merupakan problematik tersendiri oleh karena belum ada kesatuan pendapat tentang peranan ginjal dalam patogenesis dari hipertensi pada umumnya; peranan ginjal yang nyata adalah pada apa yang disebut “hipertensi renal”.
Dari keenam tanda awal sakit ginjal tersebut, keluhan tentang kelainan kencing merupakan petunjuk utama buat dokter untuk mencurigai kemungkinan sakit ginjal/saluran kemih.
Tambahan pemeriksaan air kemih secara laboratorik sangat membantu dokter untuk membuat diagnosis penyakit penderita.
Menurut Data
Perlu diketahui, kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. Di Amerika Serikat saja, negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi, setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal.
Pemeriksaan
Pada awal sakit ginjal atau kalau kerusakan ginjal belum mencapai lebih dari 75% pemeriksaan kadar kreatinin atau BUN masih dalam “batas normal”; yang paling informatif adalah pemeriksaan klirens kreatinin/ureum.
Ini berarti bahwa kalau hasil pemeriksaan kreatinin menunjukkan angka normal belum berarti ginjal saudara sehat; ini yang sering menyebabkan tanggapan yang salah oleh penderita atau mungkin juga oleh dokter yang merawat. Perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lain sebelum menyingkirkan kemungkinan penyakit ginjal. Paling mudah dan sederhana adalah pemeriksaan urin penderita; kalau mungkin disertai pemeriksaan klirens kreatinin. Haruslah ditekankan disini sekali lagi bahwa haruslah dibedakan antara kelainan fungsional dan kelainan struktural.
- Hindari penyakit diabetes (kencing manis), dan hipertensi (darah tinggi). Seringkali orang berfikir bahwa obat merusak ginjal. Anggapan tersebut memepengaruhi perilaku mereka yang kemudian tidak minum obat yang diberikan dengan takaran yang tepat. Padahal obat tersebut diberikan untuk mengatasi diabetes dan hipertensi, yang jika semuanya berjalan normal akan membantu menjaga ginjal dengan baik. Tekanan darah tidak boleh lebih dari 130. Dikenal ada 2 jenis hipertensi, hipertensi esensial (disebabkan keturunan), hipertensi sekunder (salah satunya disebabkan karena penyakit ginjal). Hipertensi esensial dapat dikendalikan dengan menurunkan berat badan, mengurangi garam, tidak merokok, dan minum obat sesuai anjuran dokter.
- Lakukan general check up tiap tahunnya Lakukan pengukuran darah, pemeriksaan fungsi ginjal, gula darah, kadar kolesterol, kadar darah dan proten dala urin, kadar urea dan kreatinin dalam darah. Hidauplah dengan pola makan yang sehat dan seimbang.
- Minum air sesuai dengan yang diperlukan oleh tubuh. Disarankan untuk minum delapan gelas cairan (air, jus, kuah sayur, dan lainnya). Dengan mengkonsumsi air yang cukup setiap harinya maka akan membantu ginjal dalam fungsinya membuang racun, melalui urin. Namun jika memiliki gangguan ginjal, maka disarankan untuk membatasi sesuai dengan kemampuan ginjal. Cairan yang keluar harus sesuai dengan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.Minum tujuh liter per hari sangat berlebihan untuk tubuh, akan membahayakan ginjal jika cairan yang masuk tidak seimbang dengan cairan yang keluar. Untuk melihat apakah air yang diminum sudah cukup atau belum, dapat dilihat dari warna urin. Jika urin berwarna kuning tua dan pekat artinya cairan yang Anda minum masih kurang.
- Lakukan tes yang penting untuk melihat kondisi ginjal. Lakukan pemeriksaan pada urin, periksakan darah, pemeriksaan radiologist dan biopsi ginjal.
Sumber : Berbagai Sumber
SOLUSI PENGOBATAN GINJAL
Cara Alami Pengobatan Penyakit Ginjal dengan Mengkomsumsi Gold-G dan Spirulina.
Untuk Pengobatan penyakit Ginjal Terbukti Gold-G dari Dasar Laut, Alami, Produk Best Seller
Semoga Informasi ini bermanfaat membatu masalah kesehatan Anda atau Keluarga Anda.
![]()
























