Cara Brainking Plus Mengobati Mikrosefali Sehat Alami

By | 02/05/2017

Cara Brainking Plus Mengobati Mikrosefali Sehat Alami

mikrosefali, kejang, epilepsi, brainking plus

Yang dimaksud dengan mikrosefali?

“Bayi dengan mikrosefali memiliki otak dan tengkorak abnormal berukuran kecil untuk usia mereka, di dalam rahim hingga pada saat lahir, dengan berbagai tingkat kerusakan otak sebagai efeknya. Kondisi ini bisa disebabkan karena beberapa faktor: infeksi, virus, racun atau faktor genetik yang tidak diketahui,” Jean-Francois Delfraissy dari France’s Inserm Medical Research Institute.

Bagaimana Mikrosefali terhadap bayi?

“Dalam kasus-kasus serius, mikrosefali bisa menyebabkan kematian dini. Jika otak belum atau tidak berkembang, tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Di Polinesia Perancis (salah satu wilayah yang terkena dampak), cacat ini menyebabkan sebagian besar bayi lahir mati,” Andre Cabie, kepala bagian penanganan infeksi penyakit di University Hospital of Martinique.

“Untuk anak-anak yang bertahan hidup dengan mikrosefali, ada kemungkinan memiliki masa depan yang suram. Dalam kasus terburuk, anak-anak akan mengalami gangguan dalam berpikir maupun cacat fisik. Ada kemungkinan anak akan berjuang dengan gangguan psikomotor yang ditandai dengan lambatnya pemikiran, berbicara, maupun gerakan fisik,” Jean-Francois Delfraissy dari France’s Inserm Medical Research Institute.

Bagaimana virus memengaruhi pertumbuhan janin?

“Banyak jenis infeksi virus, seperti rubella atau cytomegalovirus, yang dapat menyebabkan cacat fisik dan kekurangan intelektual pada janin, terutama selama tiga bulan pertama kehamilan, ketika organ-organ vital sedang terbentuk. Virus dapat melakukan perjalanan melalui plasenta dan menginfeksi janin secara langsung, termasuk di bagian otak,” Jean-Francois Delfraissy dari France’s Inserm Medical Research Institute.

Mengapa mikrosefali diduga terkait dengan virus zika?

“Kasus Mikrosefali tampaknya telah meningkat di zona wabah zika. Virus juga telah terdeteksi pada bayi yang lahir mati dengan mikrosefali maupun dalam cairan ketuban. Hubungan antara zika dan mikrosefali sangat mungkin, namun belum terbukti secara ilmiah,” Jean-Francois Delfraissy dari France’s Inserm Medical Research Institute.

“Ini adalah situasi yang sangat baru. Sampai beberapa bulan yang lalu, kami tidak tahu bahwa zika bisa menyebabkan infeksi kongenital (yang hadir sejak lahir) dan mikrosefali. Ini membuat kita semua terkejut. Bukti adanya hubungan antar keduanya relatif kuat, dan dianggap cukup kuat untuk mengambil langkah-langkah kesehatan untuk masyarakat,” Laura Rodrigues dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine melalui Science Media Centre.

“Studi masih dilakukan untuk lebih memahami bagaimana virus dapat memengaruhi janin. Kesulitannya adalah bahwa orang yang terinfeksi virus biasanya tidak memiliki gejala. Seorang wanita hamil dapat terinfeksi tanpa menyadarinya. Di sisi lain, beberapa kasus juga sedang diamati pada wanita hamil yang terinfeksi zika namun anak-anaknya tidak terkena mikrosefali,” Andre Cabie, kepala bagian penanganan infeksi penyakit di University Hospital of Martinique.

Apakah zika menular dari orang ke orang?

“Telah ada kasus penularan seksual, dan secara teoritis kemungkinan penularan melalui transplantasi atau transfusi tidak dapat dikesampingkan. Jalur utama infeksi adalah melalui nyamuk,” Alain Kohl dari University of Glasgow’s Centre for Virus Research.

Bagaimana bayi mendapatkan mikrosefali?

Dokter mungkin tidak dapat memberitahu Anda mengapa hal ini terjadi pada bayi Anda. Dalam kebanyakan kasus, penyebab pastinya belum diketahui.

Hal ini dapat disebabkan oleh:

  1. Masalah dengan gen Anda (mikrosefali kongenital)
  2. Sesuatu di lingkungan Anda (mikrosefali akuisita)
  3. Mikrosefali kongenital diturunkan melalui keluarga. Ini disebabkan oleh cacat pada gen yang terkait dengan perkembangan otak awal. Mikrosefali sering terlihat pada anak-anak dengan  down sindrome dan kelainan genetik.

Mikrosefali akuisita berarti otak anak mengalami kontak dengan sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak tersebut. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini menyerang bayi ketika di dalam rahim yaitu:

  1. Infeksi virus, termasuk rubella (campak Jerman), cacar, dan mungkin Zika, yang disebarkan oleh nyamuk
  2. Infeksi Parasit, seperti toksoplasmosis atau sitomegalovirus
  3. Bahan kimia toksik seperti timbal
  4. Tidak mendapatkan makanan atau nutrisi yang cukup(gizi buruk)
  5. Alkohol
  6. Obat-obatan
  7. Mikrosefali akuisita juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain, termasuk:
  8. Perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah otak pada bayi baru lahir
  9. Cedera pada otak setelah lahir
  10. Cacat medulla spinaslis atau otak. 

Bagaimana Dokter Tahu Bayi Mengalami Hal Ini?

Dokter Anda mungkin mendiagnosa mikrosefali sebelum atau setelah bayi lahir. Selama kehamilan, USG dapat menunjukkan bahwa bayi memiliki ukuran kepala lebih kecil dari yang diperkirakan. Untuk melihat ini dengan jelas, pemeriksaan yang terbaik adalah pada akhir trimester 2 atau ketika awal trimester 3 kehamilan.

Setelah bayi lahir, seorang petugas kesehatan akan mengukur lingkar kepala dengan cara mengelilingi pita ukur di kepala anak. Ukuran tersebut kemudian dimasukkan pada grafik pertumbuhan untuk tahu pertumbuhan lingkar kepala dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama. Jika pengukuran kepala anak jatuh di titik tertentu di bawah rata-rata, maka lingkar kepala tersebut dianggap mikrosefali.

Pengukuran lingkar kepala dilakukan setiap waktu berkala sampai usia anak mencapai 2 atau 3 tahun. Jika anak Anda mikrosefali, ukuran kepalanya akan diperiksa pada kunjungan setiap dokter.

Gejala apa yang timbul?
Anak-anak dengan kasus ringan mungkin memiliki kepala yang kecil tapi tidak ada masalah lain. Kepala akan tumbuh sampai ia besar. Tapi kepala tersebut akan tetap lebih kecil dari ukuran yang dianggap normal.

Beberapa anak memiliki kecerdasan yang normal. Beberapa yang lain memiliki masalah belajar, tetapi kecerdasan biasanya tidak bertambah buruk dalam perkembangan kehidupannya.

Gejala lain mungkin termasuk:

  1. masalah keseimbangan dan koordinasi.
  2. penundaan perkembangan (keterlambatan duduk, berdiri, berjalan, dan berbicara)
  3. masalah penelanan dan masalah yang berkaitan dengan makan
  4. gangguan pendengaran
  5. hiperaktif (kesulitan memusatkan perhatian atau duduk diam)
  6. kejang
  7. pendek
  8. masalah bicara
  9. masalah pengelihatan. 

Bagaimana mikrosefali diobati?

( Refrensi dari Dr Irfan Buchari, Phd seorang dokter dan ahli farmasi menemukan BRAINKING Plus sebagai Solusi Tepat untuk Pengobatan Mikrosefali  Klik disini ) Pemesanan : 0852 1530 7086

nutrisi makanan, makanan yang baik untuk otak

Tidak ada obat untuk mikrosefali, tetapi ada perawatan untuk membantu masalah perkembangan, masalah perilaku, dan kejang.

Anak dengan mikrosefali ringan perlu melakukan check up ke dokter untuk memantau bagaimana ia tumbuh dan berkembang. Anak-anak yang memiliki kasus yang lebih parah membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk mengontrol gejala. Beberapa gejala, seperti kejang, dapat mengancam jiwa. Dokter akan mendiskusikan perawatan untuk menjaga anak aman dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Anak mungkin perlu:

  1. Obat-obatan untuk mengontrol kejang dan hiperaktif dan untuk meningkatkan fungsi saraf dan otot.
  2. Terapi berbicara
  3. Terapi fisik

Apakah efek jangka panjang?

Anak-anak dengan bentuk ringan dari gangguan ini mungkin tidak memiliki masalah lain. Mereka tumbuh normal selama masa kanak-kanak dan remaja dan masih memenuhi tonggak pertumbuhan sesuai usia ketika usia mereka bertambah.

Anak lain dapat memiliki masalah berat pada belajar dan bergerak. Anak-anak dengan mikrosefali lebih cenderung memiliki masalah medis lainnya, seperti cerebral palsy dan epilepsi.

Dapatkah ini dicegah?

Saat Anda sedang hamil, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah mikrosefali:

  1. Makan makanan yang sehat dan mengkonsumsi vitamin prenatal.
  2. Jangan minum alkohol atau memakai narkoba.
  3. Hindari bahan kimia.
  4. Cuci tangan yang sering, dan segera ke dokter untuk penyakit apapun segera setelah merasa sakit.
  5. Hindari kotak sampah. Kotoran kucing dapat menyebarkan parasit yang menyebabkan toksoplasmosis.
  6. Gunakan obat nyamuk ketika tinggal di daerah berhutan atau di negara di mana nyamuk berterbangan dengan bebas, seperti nyamuk Aedes yang membawa virus zika. CDC mengatakan obat nyamuk aman digunakan saat hamil.
  7. Jika Anda memiliki anak dengan mikrosefali dan ingin hamil lagi, konsultasikan dengan dokter. Konseling genetik dapat membantu Anda memahami risiko keluarga untuk penyakit ini.

Klik disini Gambar Testimoni Brainking Plus membantu Anak Ibu Ika Barus di Yogyakarta yang Mikrosefali dan Epilepsi.

Cara Menolong Mengobati Mikrosefali

Mengobati Mikrosefali dengan memberikan brainking plus nutrisi khusus otak yang telah dipatenkan.

Solusi Tepat Untuk Terapis Mengobati Mikrosefali | Mengobati Mikrosefali dengan BRAINKING PLUS. Berawal dari seorang Anak dr Irfan menemukan Solusinya dan memberikan hasil temuannya kepada Anaknya sendiri yang berkebutuhan khusus | anak Autis, Ini dia Kisahnya Klik Web: www.carasehatalami.com

yang dimaksud dengan mikrosefali, bagaimana mikrosefali terhadap bayi, virus memengaruhi pertumbuhan janin,

Diambil dari beberapa Refrensi

Pencarian dari google:

You are not authorized to see this part
Please, insert a valid App IDotherwise your plugin won't work.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *